OJK Instruksikan Perbankan Beri Keringanan Cicilan di Tengah Pandemi Covid-19

1324
Digital interview terkait pemaparan stimulasi pembiayaan oleh OJK. Foto: Istimewa.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan beberapa kebijakan countercyclical melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 tahun 2020 tentang stimulus perekonomian nasional, sebagai dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

 

Kebijakan ini bertujuan agar perbankan dapat merestrukturisasi atau upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Restrukturisasi yang dilakukan antara lain melalui penurunan suku bunga.

 

Dengan kebijakan ini, perbankan dapat merestrukturisasi kredit yang debiturnya terkena dampak penyebaran Covid-19, termasuk dalam debitur usaha mikro, kecil menengah (UMKM).

 

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution mengatakan, kebijakan stimulasi yang dimaksud adalah penilaian kualitas kredit atau pembiayaan, atau penyediaan dana lain. Namun hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar.

 

“Debitur yang mendapatkan perlakuan khusus dalam POJK ini adalah debitur termasuk UMKM yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank,” ungkapnya.

 

Karena debitur atau usaha debitur terdampak dari penyebaran COVID-19 baik secara langsung ataupun tidak langsung pada sektor ekonomi antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

 

 

Namun dirinya menjelaskan bahwa mekanisme penerapan ini diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing bank dan disesuaikan dengan kapasitas membayar debitur.

 

“Untuk perbankan kami persilahkan menyiapkan mekanismenya dan meninjau debitur yang terdampak, yang jelas kami memberikan keringanan. Kami berharap perbankan menindaklanjuti imbauan ini. Bank-bank harus segera menyesuaikan,” lanjut Fredly.

 

 

Menurutnya, yang mendapatkan perlakuan khusus dalam kebijakan ini adalah debitur mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank karena debitur atau usaha debitur terdampak dari penyebaran Covid-19.

 

Adapun beberapa kondisi debitur yang perlu mendapatkan perhatian pihak perbankan diantaranya, kondisi debitur yang terkena dampak penutupan jalur transportasi,penutupan jalur pariwisata dari dan kenegara lain seperti travel warning ke beberapa negara.

BACA JUGA:  Kedapatan Miliki Sabu, Sopir Pribadi di Kendari Dibekuk Polisi

 

“ harus diperhatikan debitur yang terkena dampak penutupan akses transportasi dan debitur yang dampak terhambatnya proyek pembangunan infrastruktur karena terhentinya pasokan bahan baku, tenaga kerja, dan mesin dari negara lain yang telah terdampak covid -19 ini.” tutup Fredly. (B)

 

 

Reporter: Sri ariani

Editor: Wulan

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kendari Bertambah Tiga, Total 31 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Kendari bertambah 3 orang pada Kamis (09/07/2020). Tiga warga tersebut berasal dari Kecamatan Kadia,...

Waspada Pinjaman Online dan Penawaran Investasi Ilegal, Tawaran Menggiurkan yang Merugikan  

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Fintech peer to peer lending atau yang biasa dikenal pinjaman online ilegal seperti tidak ada habisnya. Setelah menindak ribuan pinjaman tanpa...

Tiba di Sultra, Mendagri Ketemu Kawan Lama dan Pakai “Kampurui” Khas Buton

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Menteri dalam negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian akhirnya tiba di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/7/2020). Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 13 Juli...

Mendagri Larang Bansos Berlabel Nama Kepala Daerah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Setidaknya ada tujuh daerah di Sultra yang akan menghelat...

Tewas Disiksa di Kapal China, Mayat ABK Indonesia Disimpan di Dalam Freezer

  BATAM, LENTERASULTRA.COM – Dua Kapal ikan China Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 ditangkap tim gabungan Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla,...

Tito Karnavian Tantang Calon Kepala Daerah di Sultra Adu Gagasan Terkait Covid-19

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Pemilihan kepala daerah akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi Tenggara menantang...

Mendagri Dorong Daerah Godok Perda Wajib Pakai Masker

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mendorong pemerintah daerah untuk menggodok Perda tentang kewajiban memakai masker. Hal ini diungkapkannya saat melakukan...

Laksanakan Kurban, Warga Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

KENDARI, LENTERASULTRA.COM  - Hari Raya Idul Adha kini tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota  Kendari mengingatkan kepada warganya yang akan berkurban untuk tetap memperhatikan dan...

BERITA TERBARU

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kendari Bertambah Tiga, Total 31 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Kendari bertambah 3 orang pada Kamis (09/07/2020). Tiga warga tersebut berasal dari Kecamatan Kadia,...

Waspada Pinjaman Online dan Penawaran Investasi Ilegal, Tawaran Menggiurkan yang Merugikan  

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Fintech peer to peer lending atau yang biasa dikenal pinjaman online ilegal seperti tidak ada habisnya. Setelah menindak ribuan pinjaman tanpa...

Tiba di Sultra, Mendagri Ketemu Kawan Lama dan Pakai “Kampurui” Khas Buton

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Menteri dalam negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian akhirnya tiba di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/7/2020). Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 13 Juli...

Mendagri Larang Bansos Berlabel Nama Kepala Daerah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Setidaknya ada tujuh daerah di Sultra yang akan menghelat...