Jumlah ODP dan PDP di Sultra Bertambah, Tiga Daerah Masih Aman Covid-19

875

 

Rilis data ODP dan PDP di Sultra

KENDARI,LENTERASULTRA.COM – Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Sultra merilis Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tersebar di beberapa wilayah Sultra.

Juru Bicara Gugur Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal mengatakan jumlah ODP dan PDP mengalami peningkatan pesat. Hingga 23 Maret 2020 jumlah ODP mencapai 982 orang yang sebelumnya 171. Sementara PDP yang semula 9 meningkat jadi 15 Pasien.

“Sementara yang positif Covid-19 sampai hari ini tidak ada penambahan tetap 3 orang dan saat ini mereka masih dirawat di ruang isolasi RSU Bahteramas” katanya saat konferensi pers di posko Gugus Tugas yang berpusat di Kantor Dinkes Sultra, Senin (23/3/2020).

BACA JUGA:  Pendaftaran CPNS Dibuka, Pemohon SKCK Membludak

Pria yang akrab disapa dr Wayong itu menambahkan, peningkatan jumlah ODP dan PDP tersebar di beberapa wilayah Sultra. Dari beberapa daerah itu hanya Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, dan Buton Selatan yang tidak masuk.

Dia merinci untuk wilayah ODP yakni Kota Kendari 80, Konawe 54, Konut 10, Koltim 21, Kolaka 5, Kolut 52, Bombana 219, Wakatobi 3, Baubau 158, Buton 94, Butur 52, Muna 24, Mubar 47, dan Buteng 214 orang.

Sementara untuk PDP, 9 pasien dari Kota Kendari, Satu dari Kolaka, termasuk tiga orang dinyatakan positif. Dan ada dua pasien dari Jakarta dan Sulteng yang diisolasi di Bahteramas.

“Satu PDP dari Kolaka yang dinyatakan meninggal dunia tadi siang, pasien ini dinyatakan suspect dan dirawat setelah pulang usai menjalankan ibadah umroh” kata Rabiul Awal.

BACA JUGA:  Kondisi Sensitif, Bayi Kembar Aqila-Azila Dirujuk ke Rumah Sakit

Dia juga menambahkan peningkatan jumlah ODP dan PDP itu berdasarkan surveilans yang dilakukan Dinkes Sultra bersama Dinkes kabupaten/ Kota. Selain itu, ratusan orang yang dinyatakan ODP maupun PDP diketahui berdasarkan hasil tracking riwayat kontak dengan pasien positif corona.

“Dinyatakan ODP karena memenuhi kriteria baik secara klinis, yaitu ada keluhan demam, batuk, pilek nyeri tenggorokan. Selain itu ada riwayat perjalan ke daerah pandemi. Lalu ada juga riwayat kontak dengan pasien positif corona atau yang sedang diisolasi,” pungkasnya. (A/P5)

Editor: Fiyy

Komentar Facebook