Lembaga Adat Tolaki Minta Pemerintah Tutup Akses Masuknya TKA di Sultra

638

 

LAT Sultra saat press conference terkait pencegahan dalam rangka mengoptimalkan strategi penularan Covid-19. Foto: Nanan/Lenterasultra

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Mewabahnya Virus Corona (Covid-19) yang makin meresahkan masyarakat saat ini perlu diantisiapsi sedini mungkin. Menyikapi situasi ini, Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta langkah tegas Pemerintah Pusat untuk menutup akses masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia, termasuk di Sultra.

“Kami minta pemerintah tegas menutup akses TKA, demi keamananan dari wabah virus Covid-19,” ungkap Ketua LAT Sultra, H. Masyhur Masie Abunawas, Rabu (183/2020).

Kemudian, terhadap tenaga kerja yang berkerja dan yang datang di Sultra pemerintah diminta intens melakukan pemeriksaan.

“Pemda harus berani mengambil sikap untuk melakukan pemeriksaan kepada seluruh pekerja yang aktifitasnya bersentuhan langsung dengan TKA, serta memperketat pemeriksaan di Bandara Halu Oleo Kendari,” katanya.

Menurutnya pengawasan harus diperketat di bandara, karena di sini celah masuknya virus. Mengingat bandara merupakan pintu akses keluar masuknya penumpang dari berbagai daerah maupun luar negeri.

Selain itu, pemerintah provinsi harus berani mengambil sikap yaitu Pemda harus berani memberikan informasi keterbukaan secara umum mengenai angka dan jumlah serta masyarakat yang sudah terindikasi COVID-19. Dan juga harus berani mengeluarkan hasil data pemeriksaan TKA. (B)

Reporter: Nanan
Editor: Fiyy

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU