UEA Investasi Rp 314,9 Triliun, Tercepat dan Terbesar dalam Sejarah Indonesia

437

 

Presiden Jokowi disambut langsung Pemgeran Sheikh Mohammed Bin Zayed saat tiba di istana Qasr Al-Watan Abu Dhabi UEA. —ist–

ABU DHABI – Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), memberikan kepercayaan besar kepada Indonesia dengan menggelontorkan dana sebesar USD22,8 miliar atau setara Rp314,9 Triliun.

Dana besar ini di investasikan UEA untuk Indonesia melalui Sovereign Welth Fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.

Dengan  investasi yang fantastis ini, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ini adalah satu deal terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah yaitu United Emirates Arab.

“Ini belum pernah ada deal sebesar ini. Dan lebih dari pada itu saya melihat tadi waktu tete a tete dan makan malam rombongan Bapak Presiden dengan, Crowned Princes. Pertemuan betul-betul sangat cair sekali, dan Muhammad bin Zayed ini menghormati Presiden Jokowi sebagai Big Brother dia,” kata Luhut kepada wartawan dalam konperensi pers di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/01/2020) malam, sebagaimana keterangan tertulis setkab yang diterima Asia Today. id, Senin (13/01/2020).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengemukakan, kepercayaan dari UEA itu muncul sejak bulan Juli 2019 lalu, saat Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed berkunjung di Indonesia, melakukan pertemuan yang sangat intensif dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemudian Presiden menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi sebagai Contact Person dari pihak Indonesia, sementara dari UEA ditunjuk satu menteri yang melakukan komunikasi secara intensif.

“Hasilnya dalam 7 bulan, kita bisa menyelesaikan 16 perjanjian kerja sama,” terang Menlu seraya menambahkan “Ini adalah kerja sama konkret yang dapat dilakukan dalam waktu singkat.

“Saya yakin ini merupakan refleksi dari trust dunia terhadap Indonesia. Jadi, selain masalah investasi kita juga melakukan kerja sama lainnya,” sambung Menlu.

Sementara Menko Perekonomian dan Investasi Luhut B. Pandjaitan berpendapat, meskipun dirinya ditunjuk Presiden Jokowi sebagai contact person, sebenarnya ini pekerjaan ramai-ramai.

“Jadi berhasil pun tadi saya ini saya pikir yang kerja sama tim ya bisa menyelesaikan hanya dalam 7 bulan, bisa sih 6 bulan,” tandasnya.

Rincian Kerja Sama

Perjanjian kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) terdiri atas 5 perjanjian antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar 22,89 miliar dolar AS atau sekitar 314,9 triliun rupiah.

Lima kerja sama antara pemerintah atau G to G:

Pertama, Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Agama RI dengan General Authority of Islamic Affairs and Endowments of the United Arab Emirates terkait kerja sama di bidang urusan agama Islam dan wakaf.

Kedua, MoU antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Menteri Pendidikan UEA terkait kerja sama di bidang pendidikan.

Ketiga, MoU antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA terkait kerja sama di bidang pertanian dan diversifikasi pangan.

Keempat, MoU antara Menteri Kesehatan RI dengan Menteri Kesehatan dan Pencegahan UEA terkait kerja sama kesehatan.

BACA JUGA:  Milenial Diminta Manfaatkan Teknologi untuk Investasi

Kelima, MoU antara BNPT dan National Intelligence Service of United Arab Emirates terkait kerja sama konter terorisme.

Kerja Sama Pelaku Usaha

Sementara, kerja sama antara pelaku usaha atau B to B, Indonesia dan UEA sepakat bekerja sama dalam proyek senilai 22,89 miliar dolar AS dimana UEA akan berpartisipasi berkisar 30 persen di antaranya atau sekitar 6,8 miliar dolar AS.

Tercatat ada sekitar 11 kerja sama yang ditandatangani dan disaksikan langsung baik oleh Presiden Jokowi maupun Putra Mahkota UEA Mohammed Bin Zayed.

Kerja sama yang dimaksud adalah: Pertama, Power Purchase Agreement (PPA) antara konsorsium PT. PJB Investasi (PT. PJBi dan Masdar) dan PT. PLN (Persero) dalam “Floating Solar PV PP 145 MWAC“ di Danau Cirata, Jawa Barat, senilai 129 juta dolar AS.

Kedua, Refinery Investment Principle Agreement (RIPA) antara Mubadala Investment Company dan PT. Pertamina (Persero) untuk melanjutkan negosiasi dalam seleksi kemitraan setara untuk PT. Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) – RDMP RU V senilai 5,5 miliar dolar AS.

Ketiga, kontrak penyediaan LPG antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) and PT. Pertamina senilai 270 juta dolar AS. Keempat, Project Execution Agreement – Gresik Container Terminal antara DP World dan PT. Pelabuhan Indonesia Maspion senilai 1,2 miliar dolar AS.

Kelima, amandemen Memorandum of Understanding (MoU) antara Emirates Global Aluminium (EGA) dan PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) senilai 71 juta dolar AS.

Keenam, Memorandum of Understanding (MoU) terkait “Evaluate a Potential Crude to Petrochemical Complex Project at Balongan” antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan PT. Pertamina (Persero) dalam hal projek Balongan di Jawa Barat senilai 12,6 miliar dolar AS.

Ketujuh, Long Term Naphta Supply Contract antara ADNOC dan PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. senilai 3 miliar dolar AS.

Kedelapan, Memorandum of Understanding (MoU) antara SAAL Operating System – Sole Proprietorship LLC (Saal.ai) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dalam
hal implementasi pendidikan digital untuk K-12 di Indonesia senilai 23,5 juta dolar.

Kesembilan, Memorandum of Understanding (MoU) & Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) dan TW Container Services Ltd. (TWCS) bertajuk “Development of a Custom Bounded Third Party Logistics Park, Dry Port and Inland Container Depot” di Subang, Jawa Barat, senilai 100 juta dolar AS.

Kesepuluh, Memorandum of Understanding (MoU) antara Elite Agro LLC, UAE dan Indonesian Agency for Agricultural Research And Development (IAARD), Kementerian Pertanian RI terkait “Research and Development Collaboration for Agricultural Crops Commercialization” di Lembang, Jawa Barat.

Kesebelas, Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Lulu Group International terkait optimalisasi penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat melalui empowerment dan program capacity building. (AT Network)

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kendari Bertambah Tiga, Total 31 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Kendari bertambah 3 orang pada Kamis (09/07/2020). Tiga warga tersebut berasal dari Kecamatan Kadia,...

Waspada Pinjaman Online dan Penawaran Investasi Ilegal, Tawaran Menggiurkan yang Merugikan  

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Fintech peer to peer lending atau yang biasa dikenal pinjaman online ilegal seperti tidak ada habisnya. Setelah menindak ribuan pinjaman tanpa...

Tiba di Sultra, Mendagri Ketemu Kawan Lama dan Pakai “Kampurui” Khas Buton

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Menteri dalam negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian akhirnya tiba di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/7/2020). Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 13 Juli...

Mendagri Larang Bansos Berlabel Nama Kepala Daerah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Setidaknya ada tujuh daerah di Sultra yang akan menghelat...

Tito Karnavian Tantang Calon Kepala Daerah di Sultra Adu Gagasan Terkait Covid-19

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Pemilihan kepala daerah akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi Tenggara menantang...

Mendagri Dorong Daerah Godok Perda Wajib Pakai Masker

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mendorong pemerintah daerah untuk menggodok Perda tentang kewajiban memakai masker. Hal ini diungkapkannya saat melakukan...

Laksanakan Kurban, Warga Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

KENDARI, LENTERASULTRA.COM  - Hari Raya Idul Adha kini tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota  Kendari mengingatkan kepada warganya yang akan berkurban untuk tetap memperhatikan dan...

BERITA TERBARU

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kendari Bertambah Tiga, Total 31 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Kendari bertambah 3 orang pada Kamis (09/07/2020). Tiga warga tersebut berasal dari Kecamatan Kadia,...

Waspada Pinjaman Online dan Penawaran Investasi Ilegal, Tawaran Menggiurkan yang Merugikan  

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Fintech peer to peer lending atau yang biasa dikenal pinjaman online ilegal seperti tidak ada habisnya. Setelah menindak ribuan pinjaman tanpa...

Tiba di Sultra, Mendagri Ketemu Kawan Lama dan Pakai “Kampurui” Khas Buton

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Menteri dalam negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian akhirnya tiba di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/7/2020). Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 13 Juli...

Mendagri Larang Bansos Berlabel Nama Kepala Daerah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Setidaknya ada tujuh daerah di Sultra yang akan menghelat...

Tewas Disiksa di Kapal China, Mayat ABK Indonesia Disimpan di Dalam Freezer

  BATAM, LENTERASULTRA.COM – Dua Kapal ikan China Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 ditangkap tim gabungan Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla,...