Soal Penodongan Pistol, Pimpinan Pondok Pesantren Bantah Pernyataan Letkol AF

582

 

Pimpinan pondok pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka, Muhammad Sutamin saat memperlihatkan bukti setoran harga tanah yang dibeli ditemani dengan pengacaranya. Foto: P4

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Pimpinan Pesantren Ihya’ Ahsunnah, Sutamin membantah pernyataan Letkol AF terkait sengketa tanah dan penodongan pistol yang terjadi pada Kamis, 9 Januari 2019 lalu.

Pada Jumat, 10 Januari Letkol AF melakukan klarifikasi di Aula Mapolres Kolaka terkait kasus yang melibatkannya dirinya dengan orang tua Letkol AF, Mardin More terkait kasus penyekapan dan penodongan pimpinan pondok Pesantren Ihya’ Ahsunnah, Senin (13/1/2020).

Pertama, klaim Mardin More sebagai orang tua LK AF yang menyatakan bahwa dia salah satu pendiri pondok pesantren. Sutamin mengaskan jauh sebelum berdirinya pondok pesantren, telah ada tahapan pembangunann pondok yang telah dimusyawarakan.
“Itu tidak benar, Mardin More tidak ikut musyawarah. Ia belum mengikuti pengajian kami pada saat itu,” ujarnya.

Sementara perencanaan pendirian pondok pesantren telah dimusyawarakan di bulan November dan pendiriannya telah ada.

Kedua, ia kembali membantah terkait uang 100 juta yang diterima Mardin More dari Sutamin merupakan biaya pendirian pondok pesantren.

“Kepala tukang saya tahu persis bahwa tidak ada satupun barang yang ia beli,” ungkapnya.

Sutamin menegaskan pernyataannya, bahwa ketika peristiwa penyekapan itu terjadi, AF dan Mardin More memintanya untuk mengembalikan sertifikat tanah dan akan mengembalikan uang 100 Juta yang telah diterima sebelumnya.
” Apa artinya itu? Apa itu untuk biaya pembangunan pondok pesantren,” ujarnya.

Ketiga, bahwa Sutamin meminjam sertifikat untuk mencari dana di donatur. “Saya punya perjanjian dengan pihak donatur tanpa ada syarat sertifikat itu,” Katanya.

Keempat, klaim bahwa sudah tiga tahun dilakukan mediasi dan Sutarmin tidak pernah hadir. Sebelum Mardin melakukan mediasi, pihaknya mengutus saudara Hasan untuk memediasi.

Kelima, klaim Letkol AF bahwa tidak ada penodongan pistol dan pengancaman sangkur, yang ada hanyalah penunjukan dengan jari.

“Dusta yang nyata,” katanya.

Ia menjelaskan penodongan tersebut bukan hanya terjadi di pos angkatan laut, tetapi juga terjadi di depan anak santri dan disaksikan puluhan orang.

Keenam, Klaim bahwa letusan yang terjadi itu bunyi petasan, dijelaskannya bahwa posisi pos angkatan laut tidak memungkinkan untuk anak-anak bermain.

“Pos angkatan laut didepannya jalan, di sebelah Pantai Kuliner. Tidak ada perumahan, disampingnya Pos PM Angkatan Darat,” Ungkapnya

Ketujuh, klaim bahwa pelaksanaan interogasi di pos tanpa atribut. “Bohong, dia cabut pistolnya dia todongkan di kepala saya sambil gemetar lalu mencabut sangkurnya dan mengarahkan ke saya,” katanya.

“Saya lebih senang pesantren ini mereka ambil dari pada saya perjuangankan dengan dusta,” ungkapnya,” tutupnya. (B/P4)

Editor: Fiyy

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kendari Bertambah Tiga, Total 31 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Kendari bertambah 3 orang pada Kamis (09/07/2020). Tiga warga tersebut berasal dari Kecamatan Kadia,...

Waspada Pinjaman Online dan Penawaran Investasi Ilegal, Tawaran Menggiurkan yang Merugikan  

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Fintech peer to peer lending atau yang biasa dikenal pinjaman online ilegal seperti tidak ada habisnya. Setelah menindak ribuan pinjaman tanpa...

Tiba di Sultra, Mendagri Ketemu Kawan Lama dan Pakai “Kampurui” Khas Buton

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Menteri dalam negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian akhirnya tiba di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/7/2020). Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 13 Juli...

Mendagri Larang Bansos Berlabel Nama Kepala Daerah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Setidaknya ada tujuh daerah di Sultra yang akan menghelat...

Tewas Disiksa di Kapal China, Mayat ABK Indonesia Disimpan di Dalam Freezer

  BATAM, LENTERASULTRA.COM – Dua Kapal ikan China Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 ditangkap tim gabungan Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla,...

Tito Karnavian Tantang Calon Kepala Daerah di Sultra Adu Gagasan Terkait Covid-19

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Pemilihan kepala daerah akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi Tenggara menantang...

Mendagri Dorong Daerah Godok Perda Wajib Pakai Masker

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mendorong pemerintah daerah untuk menggodok Perda tentang kewajiban memakai masker. Hal ini diungkapkannya saat melakukan...

Laksanakan Kurban, Warga Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

KENDARI, LENTERASULTRA.COM  - Hari Raya Idul Adha kini tinggal menghitung hari. Pemerintah Kota  Kendari mengingatkan kepada warganya yang akan berkurban untuk tetap memperhatikan dan...

BERITA TERBARU

Kasus Baru Positif Covid-19 di Kendari Bertambah Tiga, Total 31 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Kota Kendari bertambah 3 orang pada Kamis (09/07/2020). Tiga warga tersebut berasal dari Kecamatan Kadia,...

Waspada Pinjaman Online dan Penawaran Investasi Ilegal, Tawaran Menggiurkan yang Merugikan  

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Fintech peer to peer lending atau yang biasa dikenal pinjaman online ilegal seperti tidak ada habisnya. Setelah menindak ribuan pinjaman tanpa...

Tiba di Sultra, Mendagri Ketemu Kawan Lama dan Pakai “Kampurui” Khas Buton

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Menteri dalam negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian akhirnya tiba di Sulawesi Tenggara, Kamis (9/7/2020). Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 13 Juli...

Mendagri Larang Bansos Berlabel Nama Kepala Daerah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM -  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulawesi Tenggara akan diselenggarakan serentak Desember 2020. Setidaknya ada tujuh daerah di Sultra yang akan menghelat...

Tewas Disiksa di Kapal China, Mayat ABK Indonesia Disimpan di Dalam Freezer

  BATAM, LENTERASULTRA.COM – Dua Kapal ikan China Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 ditangkap tim gabungan Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla,...