Hasil Monitoring KPK, Enam Daerah di Sultra Raih Capain Terendah

3,136

 

PIC KPK Korwil VIII, Edi Suryanto, usai rapat di kantor Gubernur Sultra, Rabu (11/12/19).
Foto: Mita/lenterasultra.

KENDARI, LENTERA SULTRA.COM -Monitoring Center for Prevention (MCP) merupakan aplikasi yang dibuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memudahkan monitoring. Melalui hasil monitoring ini, tercatat masih ada enam kabupaten di Sulawesi Tenggara yang berada di posisi terendah.

Diantaranya Muna dengan capaian 48 persen, Buton 46 persen, Konawe Utara (Konut) 46 persen, Buton Selatan (Busel) 43 persen, Buton tengah (Buteng) 40 persen, dan Konawe Kepulauan (Konkep) 37 persen.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh PIC KPK Korwil VIII, Edi Suryanto, dalam rapat khusus pencegahan korupsi di kantor Gubernur, Rabu (11/12/19).

“Masih ada 6 kabupaten yang di bawah 50 persen,” kata Edi.

Edi juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Muna dengan capaian terendah pada fungsi Unit Layanan Pengadaan (ULP), Kabupaten Buton capaian terendahnya Aparat Pengawasan Intern Pemeritah (APIP) yakni 11 persen.

“Konut sama dengan Muna, ULP-nya rendah, hanya 13 persen, Busel Sektor APIP-nya yang rendah,” tambahnya.

Sedangkan untuk Buteng, Edi menjelaskan ada tiga poin yang berada di bawah 20 persen, yakni ULP, APIP, dan dana desa.

“Jadi mungkin biro pemerintahan yang turun langsung pembinaan ke daerah-daerah. Tapi termasuk PTSP perlu dibantu,” lanjutnya.

Posisi terakhir, Kabupaten Konawe Kepulauan ada tiga posisi terendah yakni management ASN, dana desa, dan management aset.

“Jadi pencapaian secara nasional MCP adalah 58 persen. Secara komposit Provinsi Sultra termasuk 17 kabupaten/kota yang nilainya 56, yah sedikit di bawah rata-rata,” tutupnya.

Reporter: Mita
Editor: Wuu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU