Konsolidasi Antar Perusahaan dan Buruh, Upaya Tuntaskan Hak-hak Pekerja

274

 

Suasana rapat konsolidasi tenaga kerja/buruh bersama pengusaha lingkup Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari, Kamis (28/11/2019). Foto: Sri Ariani.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Lembaga Pemerhati dan Perlindungan Tenaga Kerja Sulawesi Tenggara (LP2TKS) menggelar konsolidasi tenaga kerja/buruh bersama pengusaha lingkup Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari, Kamis (28/11/2019). Hal ini dilakukan guna membangun keharmonisasian antara perusahaan dan pekerja di lingkup PPS Kendari.

LP2KTS merupakan lembaga mitra kerja pemerintah dalam melindungi tenaga kerja dan buruh. Dalam acara tersebut hadir pula perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan. Selain konsolidasi, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi Tanya jawab.

Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Muh. Tahir menjelaskan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kendari sangat mendukung upaya ini. Bahkan pihaknya berharap, perselisihan buruh dengan pengusaha segera melahirkan solusi dan edukasi.

“Terkadang dalam hubungan industrial sering terjadi gesekan ataupun perselisihan pekerja dengan pihak perusahaan. Untuk ketenagakerjaan banyak hal yang perlu diketahui dan dibicarakan serta harus ada mediasi,” ungkap Tasman.

Sementara itu, Kepala LP2TKS, Muh Nasir mengatakan, hubungan buruh dengan pihak perusahaan saat ini banyak yang tidak harmonis. Hal ini dikarenakan tidak adanya peraturan perusahaan dan perjanjian kerja yang mengikat antara keduanya.

“Sejauh ini kami menerima beberapa pengaduan dari pihak buruh yang tidak harmonis dengan perusahaan. Kami juga melakukan investigasi di lapangan, tidak dapat menunjukan adanya peraturan perusahaan dan perjanjian kerja. Padahal keduanya sangat penting sekali,” beber Nasir.

Untuk itu ia meminta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian serta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra lebih berperan aktif menangani masalah ketenagakerjaan di lingkup PPS Kendari. Sebagai lembaga monitoring di bidang penegakan hukum ketenagakerjaan sudah seharusnya kedua memberi saran, kontribusi, dan pemikiran mengenai ketenagakerjaan. Karena misi utama LP2TKS adalah melindungi kaum pekerja atau buruh.

BACA JUGA:  Oknum Dokter yang Diduga Mesum di Bandara Ancam Somasi Media

“LP2TKS merupakan lembaga kontrol dan monitoring dalam pelaksanaan undang-undang ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Hal senada juga di ungkapkan Kepala PPS Kendari, Ahmad Budi Utomo. Dirinya mengatakan bahwa harus ada hubungan yang harmonis antara perusahaan dan pekerja, agar tercipta pekerjaan yang sejalan.

“Semoga para pelaku usaha terus berkembang dan para buruh mendapatkan hak-haknya untuk menyejahterakan keluarganya,” tutupnya.

Reporter: Sri Ariani
Editor: Wuu

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

Terus Bertambah, Positif Covid-19 di Kendari jadi 27 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari kembali mengupdate data terbaru kasus Covid-19, Jumat (3/7/2020). Berdasarkan data yang dirilis, hari ini tercatat...

Tabrak Truk Parkir, Dua Pengendara di Tinanggea Meninggal Dunia

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebuah truk bernomor polisi DT 9374 UF yang sedang terparkir di badan jalan ditabrak oleh pengedara motor. Dua pengendara motor tewas...

169 Pemuka Agama di Kendari Terima Bantuan Uang Tunai

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemuka agama, Pemerintah Kota Kendari melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan bantuan uang tunai. Total dana yang...

Satroni Rumah Hingga 20 Kali, Maling di Kendari Akhirnya Ditangkap Polisi

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - AB (33), ditangkap Tim Buser Satreskrim Polres Kendari atas laporan kasus pencurian motor dan beberapa alat elektronik di sebuah kos-kosan yang...

Nelayan Asal Kolono Timur Ditemukan Tewas Terapung di Laut

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Seorang nelayan asal Desa Ulunese, Kecamatan Kolono Timur ,Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bernama La Tele (57), ditemukan tewas mengapung di Laut...

Dalam Sehari 59 Orang di Sultra Dinyatakan Positif Covid-19

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus baru Covid-19 di Sultra menunjukkan angka yang tinggi. Termasuk hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan...

Delapan Nakes dan Dua Masyarakat Sipil di Buton Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

BUTON, LENTERASULTRA.COM - Penanganan maksimal memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buton oleh Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 membuahkan hasil. Berdasarkan hasil swab...

Unjuk Rasa, Pedagang Pasar Laino Boyong Jualan ke Gedung DPRD Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM - Pedagang Pasar Laino Raha melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Muna, Kamis (02/07/2020). Mereka menuntut pembagian lods Pasar Laino...

BERITA TERBARU

Terus Bertambah, Positif Covid-19 di Kendari jadi 27 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari kembali mengupdate data terbaru kasus Covid-19, Jumat (3/7/2020). Berdasarkan data yang dirilis, hari ini tercatat...

Tabrak Truk Parkir, Dua Pengendara di Tinanggea Meninggal Dunia

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebuah truk bernomor polisi DT 9374 UF yang sedang terparkir di badan jalan ditabrak oleh pengedara motor. Dua pengendara motor tewas...

169 Pemuka Agama di Kendari Terima Bantuan Uang Tunai

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemuka agama, Pemerintah Kota Kendari melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan bantuan uang tunai. Total dana yang...

Satroni Rumah Hingga 20 Kali, Maling di Kendari Akhirnya Ditangkap Polisi

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - AB (33), ditangkap Tim Buser Satreskrim Polres Kendari atas laporan kasus pencurian motor dan beberapa alat elektronik di sebuah kos-kosan yang...

Nelayan Asal Kolono Timur Ditemukan Tewas Terapung di Laut

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Seorang nelayan asal Desa Ulunese, Kecamatan Kolono Timur ,Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bernama La Tele (57), ditemukan tewas mengapung di Laut...