Beredar Video Pejabat UHO Tendang Mahasiswa, Mahasiswa: Itu Video Tahun Lalu

2,545

 

Mahasiswa yang sedang berorasi ditendang oleh seseotang yang diduga pejabat UHO. Foto: Istimewa.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Video yang diduga Pejabat Universitas Halu Oleo (UHO) menendang mahasiswanya saat berunjuk rasa beredar dan ramai diperbincangkan. Dari rekaman video tersebut, terlihat salah satu mahasiswa tengah berorasi. Tiba-tiba dari belakang muncul laki-laki yang menendang tepat di punggung mahasiswa. Pelaku diduga seorang pejabat UHO.

Namun salah satu pembicara dalam unjuk rasa di hari ketiga, Forum Mahasiswa Sultra Bersatu (Formasub) Jilid V, yang enggan disebutkan namanya menyangkal peristiwa tersebut. Video mahasiswa ditendang ini menurutnya sudah ada sejak tahun lalu dan tidak ada kaitannya dengan kasus tewasnya Randi dan Yusuf.

“Itu kejadian tahun lalu, hanya saja barangkali baru dishare. Tidak ada kaitannya dengan unjuk rasa hari ini terkait tewasnya Randi dan Yusuf”, Jelasnya ketika ditemui wartawan lenterasultra.com di depan Polda Sultra.

Related Posts

PKS Menang Besar di Dapil Kabaena

Meskipun ia tak ingat lagi apa isi tuntutan mahasiswa dalam orasi ini, namun ia yang satu naungan organisasi dengan korban masih ingat betul kronologis yang sebenarnya. Menurutnya, dalam peristiwa itu bukan sepenuhnya pejabat UHO yang bersalah. Pasalnya sebelum AM (korlap aksi FH UHO) berorasi, LS, pejabat UHO yang diduga menendang sudah mengundang AM untuk berdiskusi dan menunggu di Lantai 3 Fakultas Hukum UHO. Namun AM memilih untuk tetap berorasi.

“Sebenarnya LS sudah mengundang AM dan teman-temannya untuk berdiskusi. Sudah ditunggu juga di ruangannya di Lantai 3 tapi AM tidak mengindahkan dan memilih untuk berorasi”, tuturnya.

Akibat tidak diindahkan Panggilnya, LS akhirnya turun dari lantai 3 dan langsung menendang AM yang sedang berorasi.

Untuk diketahui, selama tiga hari terakhir, massa yang melakukan aksi di tugu UHO dan di depan Mapolda Sultra. Bukan di gedung Fakultas Hukum seperti yang tampak dalam video berdurasi enam detik tersebut. Aksi ini pun diklaim sebagai aksi damai dan tidak ada kekerasan.

Reporter: Rais
Editor: Wuu

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU