Ratusan Warga di Buton Tengah Alami Gangguan Jiwa

1559
PLT Kadis Kesehatan Buton Tengah, Kasman

BUTENG, LENTERASULTRA.COM– Jumlah penderita gangguan jiwa (psikotik) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata cukup banyak. Khusus di tahun 2018 lalu, angka penderitanya mencapai 242 jiwa. Faktor ekonomi, menjadi salah satu penyebab banyaknya Orang Dengan Gangguan Jiwa di daerah eks otorita Kabupaten Buton itu.

Ratusan penduduk Buteng yang mengalami gangguan jiwa  tersebar disejumlah Desa di eks otorita Kabupaten Buton itu. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Buteng, sebaran orang dengan gangguan jiwa terbanyak, terdapat di wilayah kerja Puskesmas Gu dan Lakudo.  Khusus untuk tahun 2018 lalu, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa di Lakudo sebanyak 42 orang sementara di cakupan kerja Puskesmas Gu tercatat 26 jiwa.

Kasman, Pelaksana tugas (PLT) Kadis Kesehatan Buteng mengatakan, selain dua wilayah Puskesmas itu, ODGJ di Kabupaten Buteng juga tersebar di lokasi lain. Rinciannya di One Waara 24 orang, Wamolo 22, Mawasangka Tengah 20 jiwa, Talaga Raya 17 orang, Mawasangka 16 orang, Mawasangka Timur 16 penduduk, Kanapanapa dan Sangia Wambulu masing-masing 13 dan 12 jiwa. Sisanya tersebar dibeberapa Puskesmas lain, dengan jumlah penderita tidak lebih dari 10 orang.

“Data ini berdasarkan laporan yang kami terima setiap bulannya dari semua Puskesmas yang ada di Buteng,” katanya. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Buteng ini, faktor penyebab gangguan jiwa ini beragam, antara lain karena faktor keturunan, tekanan hidup yang berat, problem ekonomi dan keluarga. Namun ia mengakui, penanganan para penderita gangguan jiwa ini masih menyisakan persoalan.

Sebab masih banyak keluarga yang enggan menerima kembali anggotanya yang psikotik. Bahkan ada yang terpaksa mengeluarkan nama penderita ODGJ  dari daftar kartu keluarga. Akibatnya, kata dia, upaya penanganan bagi penderita gangguan jiwa ini seolah tidak berjalan maksimal.

Padahal sambung Kasman, untuk memulihkan atau menangani ODGJ tersebut juga membutuhkan pendekatan khusus dari keluarga. Selain itu, agar bisa dilakukan pengobatan kepada penderita gangguan jiwa, harus memegang kartu jaminan kesehatan.

BACA JUGA:  ODP Kapal Lambelu Naik Status jadi PDP

Namun yang dihadapi di Buteng saat ini, sebagian penderita ODGJ tidak memiliki kartu jaminan kesehatan, karena mereka tidak memiliki nomor induk keluarga (NIK), akibat namanya dikeluarkan dari Kartu Keluarga (KK). “Pengobatan ODGJ ini digratiskan, asal mereka memiliki BPJS. Kendalanya sekarang penderita ODGJ tidak memiliki BPJS karena mereka tidak  NIK akibat dikeluarkan dari KK,” ucap Kasman.

Penulis : Adhi

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

Murka Adiknya Disetubuhi, Seorang Pemuda di Kendari Bacok Temannya Hingga Tewas

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Seorang pemuda di Kendari berinisial BR membacok rekannya sendiri dengan parang hingga tewas. Penganiayaan terhadap korban bernama Samirudin dilakukan pelaku diduga...

Hacker Beraksi, 1,3 Juta Data Pribadi Pegawai Kemendikbud Indonesia Diduga Bocor

  JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Kejahatan Cyber di Indonesia kembali terjadi. Founder of Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengungkapkan terjadi dugaan kebocoran data pribadi pegawai Kementerian...

Penerbangan Lion Air Group di Indonesia Dihentikan Selama 5 Hari

  JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Maskapai Lion Air, Batik Air dan Wings Air member Lion Air Group menghentikan sementara operasional di Indonesia. Penghentian sementara penerbangan akan berlangsung...

India Dilanda Gelombang Panas Disaat Hadapi Covid-19 dan Serangan Belalang

  NEW DELHI, LENTERASULTRA.COM – Negeri India dilanda gelombang panas disaat negara tersebut tengah menghadapi penyebaran virus corona (covid-19) dan juga serangan hama belalang. Selasa kemarin,...

Kasus Baru Covid-19 Sultra Hari ini Bertambah 11 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Setelah tiga hari berturut-turut tak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara, kembali melakukan update kasus...

Tujuh Perwira Polda Sultra Berganti, Salah Satunya Mantan Kapolres Kendari jadi Kepala SPN

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Usai resmi menyandang status tipe A, Polda Sultra langsung melakukan rotasi sejumlah pejabat. Ada tujuh perwira menengah (Pamen) yang melakukan serah...

Kampung Ekowisata Kondongia, Cikal Bakal Objek Wisata Baru di Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM – Bumdes Kondongia, Muna, meresmikan Maket Kampung Ekowisata, Rabu (27/05/2020). Dengan menggandeng tujuh komunitas, acara yang dihadiri ratusan warga ini dilaksanakan di...

Polisi Tertibkan Warga yang Berkerumun di Puncak Wakila Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM – Petugas gabungan dari Polsek dan Polres Muna menertibkan kerumunan warga yang melakukan acara launching maket "Kampung Ekowisata" di Puncak Wakila, Desa...

BERITA TERBARU

Murka Adiknya Disetubuhi, Seorang Pemuda di Kendari Bacok Temannya Hingga Tewas

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Seorang pemuda di Kendari berinisial BR membacok rekannya sendiri dengan parang hingga tewas. Penganiayaan terhadap korban bernama Samirudin dilakukan pelaku diduga...

Penerbangan Lion Air Group di Indonesia Dihentikan Selama 5 Hari

  JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Maskapai Lion Air, Batik Air dan Wings Air member Lion Air Group menghentikan sementara operasional di Indonesia. Penghentian sementara penerbangan akan berlangsung...

India Dilanda Gelombang Panas Disaat Hadapi Covid-19 dan Serangan Belalang

  NEW DELHI, LENTERASULTRA.COM – Negeri India dilanda gelombang panas disaat negara tersebut tengah menghadapi penyebaran virus corona (covid-19) dan juga serangan hama belalang. Selasa kemarin,...

Kasus Baru Covid-19 Sultra Hari ini Bertambah 11 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Setelah tiga hari berturut-turut tak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara, kembali melakukan update kasus...
#CORONAUPDATE #BERSAMALAWANCORONA #DIRUMAHSAJA