Menabung 10 Tahun, Petani Rumput Laut di Buteng Naik Haji

191

BUTENG, LENTERASULTRA.COM – Demi melaksanakan rukun islam kelima, pasangan suami istri (pasutri) di Buton Tengah La Banua dan Maria harus menabung selama 10 tahun. Sehari-harinya, La Banua hanyalah seorang petani rumput laut. Sedangkan sang istri hanyalah penjual roti.

Pasutri yang berdomisili di Desa Wara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah itu, telah berniat untuk naik haji sejak tahun 1989. La Banua mengatakan, ia bersama sang istri mulai menabung sejak tahun 2009 untuk mewujudkan impiannya itu.

Ia mengaku biasa mengumpulkan Rp 600 ribu-800 ribu per bulan dari penjualan rumput laut. “Selama 10 tahun saya menabung dari hasil rumput laut ini,sehingga bisa mendapatkan dana haji, dengan menyetor pertama Rp 51 juta dan kedua Rp 28 juta,” paparnya.

BACA JUGA:  Nabung Rp 50 Ribu per Hari Selama 26 Tahun, Tukang Bakso Bakar Naik Haji

Ia menjelaskan, setelah menyetor lunas dana haji, ia bersama istri tercinta terdaftar sebagai calon jemaah haji dari Buteng yang akan diberangkatkan pada 23 Juli 2019 mendatang menuju Mekkah.

“Rasa syukur kami berdua kepada Allah SWT, yang telah memberikan kami kesempatan untuk melaksanakan rukun islam kelima ini, dan kegembiraan untuk naik haji ini kami tak bisa ungkapkan,” lirihnya.

BACA JUGA:  30 Persen Calon Jemaah Haji asal Kendari Masuk Kategori Resiko Tinggi

Ditempat berbeda, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kementrian Agama Buteng, Abdul Azis Hasan mengatakan, Buteng mendapat kuota jemaah haji sebanyak 40 orang yang terdiri dari 18 laki-laki dan 22 perempuan.

“Sebelum diberangkatkan itu mereka sudah dicek kondisi kesehatannya, dan dokter menyatakan mereka layak untuk terbang,” tutupnya.

Reporter: Safrin
Editor: Restu Fadilah
Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU