Anggaran Tidak Ada, CPNS Konkep Dimintai Duit Prajabatan Rp9 Juta Perorang

3926
Pegawai BKPSDM Konkep menerima setoran dana tunai dari CPNS untuk biaya prajabatan di Kota Kendari

KONKEP, LENTERASULTRA.COM-Dua ratus empat puluh lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) memulai pengabdiannya dengan tidak mengenakkan. Calon abdi negara di eks otorita Kabupaten Konawe ini, harus menyetorkan dana Rp 9 Juta perorang. Duit ini digunakan untuk menalangi biaya pendidikan dan pelatihan (Diklat)  prajabatan calon abdi negara Konkep yang akan diselenggarakan di Kota Kendari.

Permintaan dana jutaan rupiah dari ratusan CPNS Konkep ini dilakukan, karena Pemda setempat mengaku tidak memiliki anggaran prajabatan CPNS. Sebab, saat pembahasan APBD 2019 lalu, tidak ada dana yang diporsikan untuk kegiatan tersebut. Sejak Jumat (12/4/2019) atau bertepatan dengan HUT Konkep ke-6, ratusan calon abdi negara ini terlihat mulai menyerahkan dana prajabatan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konkep.

Salah seorang CPNS yang ditemui wartawan lenterasultra.com mengakui adanya permintaan dana dari BKPSDM. “Kalau saya dari formasi umum dimintai sembilan juta. Tadi sudah saya serahkan sama pegawai di ruangan itu,” kata CPNS ini sambil menunjuk salah satu ruangan yang berhadapan langsung dengan pintu masuk saat ditemui di kantor BKPSDM Konkep, Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 14.45 wita.

Pantauan wartawan lenterasultra.com, sejumlah CPNS yang dikumpulkan Jumat sore itu, terlihat sudah membayar permintaan dana sebesar 9 Juta rupiah, kepada salah seorang wanita yang berstatus pegawai di BKPSDM. Pembayaran diserahkan secara tunai di ruangan yang berdampingan dengan ruang kerja Plt kepala BKPSDM.

Plt Kepala BKPSDM Konkep, Umar, S.Pd membenarkan adanya permintaan dana kepada sejumlah CPNS yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) 80 persen. Dana tersebut memang diminta dari CPNS untuk membiayai sementara diklat prajabatan seluruh calon abdi negara di Konkep. “Itu bukan pungutan, karena sesuai aturan dari LAN, setiap peserta prajabatan dilarang membayar sepeserpun,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/4/2019) sore.

Biaya prajabatan ini memang sengaja dibebankan sementara kepada seluruh CPNS. Alasannya, Pemda Konkep tidak memiliki dana untuk membiayai diklat prajabatan. Umar mengaku, kebijakan tersebut juga sudah dilaporkan kepada atasannya, Bupati Konkep Amrullah. “Tahun ini (2019, red), kita tidak memiliki anggaran,” katanya.

Karena tidak ada anggaran sehingga dibebankan sementara kepada calon pegawainya, maka Pemda Konkep sepakat akan mengembalikan permintaan dana talangan prajabatan dari CPNS tersebut. Caranya, pihaknya akan mengusulkan biaya prajabatan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 Konkep. Setelah dana prajabatan ini dibahas dan disetujui, barulah dana CPNS itu di kembalikan.

Proses pengembaliannya tidak lagi masing-masing CPNS dipanggil, melainkan 100 persen dana yang pinjam akan dikirim kerekening setiap calon PNS. “Kalau menunggu 2020 (Pembahasan anggaran prajabatan di APBD 2020), maka 100 persen (CPNS Konkep) baru terealisasi di 2021,” sambungnya.

BACA JUGA:  Bupati Konkep Selamat, Kades yang Tersangka

Terkait besaran permintaan dana Plt Kepala BKPSDM mengatakan cukup bervariasi. Calon pamong dari formasi umum sebesar Rp9 juta, sementara untuk calon abdi negara dari formasi honorer kategori 2 sebanyak Rp2 juta. Perbedaan besaran pungutan tersebut, sesuai dengan lamanya calon PNS mengikuti prajabatan. Dimana calon abdi negara dari formasi umum akan mengikuti prajabatan selama 51 hari sedangkan honorer selama 2 minggu.

Mantan Guru di SMPN 1 Kota Kendari ini menegaskan, besaran biaya prajabatan sebanyak Rp 9 juta perorang itu, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Besaran itu berlaku serentak di seluruh Indonesia. “Jadi aturan ini (besaran biaya prajabatan 9 juta rupiah) bukan disini (Pemda Konkep) yang buat, tapi memang sesuai aturan dari LAN,” ungkapnya.

Penulis : Adhi

Komentar Facebook




BERITA TERBARU

Terus Bertambah, Positif Covid-19 di Kendari jadi 27 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari kembali mengupdate data terbaru kasus Covid-19, Jumat (3/7/2020). Berdasarkan data yang dirilis, hari ini tercatat...

Tabrak Truk Parkir, Dua Pengendara di Tinanggea Meninggal Dunia

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebuah truk bernomor polisi DT 9374 UF yang sedang terparkir di badan jalan ditabrak oleh pengedara motor. Dua pengendara motor tewas...

169 Pemuka Agama di Kendari Terima Bantuan Uang Tunai

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemuka agama, Pemerintah Kota Kendari melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan bantuan uang tunai. Total dana yang...

Satroni Rumah Hingga 20 Kali, Maling di Kendari Akhirnya Ditangkap Polisi

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - AB (33), ditangkap Tim Buser Satreskrim Polres Kendari atas laporan kasus pencurian motor dan beberapa alat elektronik di sebuah kos-kosan yang...

Nelayan Asal Kolono Timur Ditemukan Tewas Terapung di Laut

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Seorang nelayan asal Desa Ulunese, Kecamatan Kolono Timur ,Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bernama La Tele (57), ditemukan tewas mengapung di Laut...

Dalam Sehari 59 Orang di Sultra Dinyatakan Positif Covid-19

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus baru Covid-19 di Sultra menunjukkan angka yang tinggi. Termasuk hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan...

Delapan Nakes dan Dua Masyarakat Sipil di Buton Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

BUTON, LENTERASULTRA.COM - Penanganan maksimal memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buton oleh Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 membuahkan hasil. Berdasarkan hasil swab...

Unjuk Rasa, Pedagang Pasar Laino Boyong Jualan ke Gedung DPRD Muna

MUNA, LENTERASULTRA.COM - Pedagang Pasar Laino Raha melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Muna, Kamis (02/07/2020). Mereka menuntut pembagian lods Pasar Laino...

BERITA TERBARU

Terus Bertambah, Positif Covid-19 di Kendari jadi 27 Orang

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari kembali mengupdate data terbaru kasus Covid-19, Jumat (3/7/2020). Berdasarkan data yang dirilis, hari ini tercatat...

Tabrak Truk Parkir, Dua Pengendara di Tinanggea Meninggal Dunia

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebuah truk bernomor polisi DT 9374 UF yang sedang terparkir di badan jalan ditabrak oleh pengedara motor. Dua pengendara motor tewas...

169 Pemuka Agama di Kendari Terima Bantuan Uang Tunai

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pemuka agama, Pemerintah Kota Kendari melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan bantuan uang tunai. Total dana yang...

Satroni Rumah Hingga 20 Kali, Maling di Kendari Akhirnya Ditangkap Polisi

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - AB (33), ditangkap Tim Buser Satreskrim Polres Kendari atas laporan kasus pencurian motor dan beberapa alat elektronik di sebuah kos-kosan yang...

Nelayan Asal Kolono Timur Ditemukan Tewas Terapung di Laut

KENDARI, LENTERASULTRA.COM - Seorang nelayan asal Desa Ulunese, Kecamatan Kolono Timur ,Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bernama La Tele (57), ditemukan tewas mengapung di Laut...