Dua Uang Elektronik asal China Bisa Segera Digunakan di Indonesia

577
Ilustrasi digital payment. (Istimewa)

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Uang elektronik asal China yakni WeChat Pay dan Alipay sudah bisa segera digunakan di Indonesia. Pasalnya kedua penyedia platform pembayaran asal negeri tirai bambu itu sudah mengantongi izin operasi dari Bank Indonesia (BI) selaku regulator.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP), Ricky Satria mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan kedua penyedia jasa sistem pembayaran (PJSP) asing tersebut. Diterangkannya bahwa kedua penyedia jasa sistem pembayaran (PJSP) asing tersebut sudah mengantongi izin operasional di Indonesia. Namun ada syarat khusus yang harus dipenuhi keduanya.

“Sesuai dengan ketentuan, mereka harus kerja sama dengan bank BUKU IV dan harus menjalankan kewajiban masing-masing untuk komersialisasi bisnisnya,” tutur Ricky di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis, (4/3/2019).

Menurut Ricky, WeChat Pay dan AliPay di Indonesia nantinya hanya dapat digunakan oleh turis asal China saja. Sedangkan terkait model bisnisnya, Ricky mengaku masih akan membicarakannya dengan kedua perusahaan tersebut.

Related Posts

“Jadi nanti yang menggunakan kedua aplikasi itu adalah turis China, orang Indonesia tidak boleh,” katanya.

Ricky menambahkan, sebenarnya fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di Thailand, Vietnam bahkan sampai Jepang. Terlepas dari itu, ia berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif untuk perekonomian di Indonesia.

Untuk diketahui, beberapa bulan lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan fenomena yang cukup menarik. Dimana, beberapa turis asing yang melancong ke Bali, Manado, Pulau Bintan, Kupang, dan daerah lainnya ketika berbelanja makanan, minuman, hingga pemesanan hotel, menggunakan layanan pembayaran non tunai berbasis aplikasi seperti Alipay maupun WeChat Pay. Ini lantaran kedua aplikasi asal China itu belum memiliki izin operasi dari BI. Dengan begitu, transaksi yang dilakukan bisa dikatakan ilegal.

Penulis: Restu Fadilah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU