Meriahkan Halo Sultra 2019, Pemprov Anggarkan Rp 10 Miliar untuk Pembenahan MTQ

621
Pahri Yamsul, Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra. (PEBRIANTO/LENTERASULTRA.COM)
Related Posts

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Event Halo Sultra akan kembali menyemarakan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-55 pada April 2019 mendatang. Pagelaran hari istimewa masyarakat Bumi Anoa ini, memang masih lama. Meski demikian para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Sultra sudah mulai bersiap-siap. Seperti Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra.

Pahri Yamsul selaku Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang mengatakan ini diperlukan agar acara tahunan ini berjalan lancar. Yang menjadi fokus Pemprov Sultra melalui Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra dalam persiapan kali ini adalah kawasan MTQ alias Tugu Religi, tempat perayaan biasanya dipusatkan.

“Untuk tahun 2019 ada anggaran pembenahan kawasan MTQ kurang lebih, kalau tidak salah lebih Rp 10 miliar,” tutur Pahri Yamsul saat ditemui jurnalis Lenterasultra.com di Kantornya, Kamis, (27/12/2018).

Anggaran sebanyak itu, akan digunakan untuk membenahi infrastruktur MTQ. Pasalnya, sesuai dengan investigasi, di sana, banyak infrastruktur yang rusak. Seperti banyaknya kabel-kabel yang hilang, serta pagar-pahar yang sudah roboh lagi. Ini dikarenakan para pedagang kaki lima (PKL) yang mulai menerobos masuk kembali ke kawasan tersebut.

“Padahal sudah sempat diamankan sebelumnya, itu yang perlu di benahi oleh yang berwenang dan bertugas dalam hal ini BPKD dan BAPPEDA,” kata Pahri seraya menambahkan bahwa semua permasalahan tersebut sudah diadukan kepada Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas dalam rapat di Kantor Gubernur pada Rabu, (26/12/2018) kemarin.

Namun, sambung Pahri, anggaran tersebut tidak bisa langsung digunakan. Berdasarkan keputusan rapat kemarin, pihak pengelola MTQ dalam hal ini BPKAD dan BAPPEDA harus menertibkan kawasan MTQ terlebih dahulum. “Kemudian dibenahi infrastrukturnya supaya itu bisa jadi minimal S3 Kota,” ujar Pahri sambil menambahkan agar MTQ nantinya bisa menjadi tempat bersosialisasi bagi masyarakat, agar kawasan Taman Kota yang sudah penuh sekarang bisa di alihkan ke MTQ.

Sementara itu, saat disinggung item apa saja yang akan dibenahi? “Itu tergantung desain, dan dilihat anggaran berapa serta dilihat juga mana yang urgen untuk dibenahi, sehingga membetuk karekteristik MTQ sendiri,” tuntasnya.

Reporter: Pebrianto
Editor: Restu Fadilah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU