Ali Mazi Lepas 450 prajurit TNI Kendari ke Papua

476
450 prajurit TNI Kendari yang diberangkatkan ke Papua oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi melepas pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utama Batalyon Infanteri 725/Woroagi TA 2018. Sedikitnya 450 prajurit TNI Angkat Darat Kendari itu, diberangkatkan ke Papua Sektor Utara dalam misi pengamanan perbatas Indonesia-Papua Nugini.

Upacara pemberangkatan personil prajurit Batalyon tersebut dipimpin lansung Gubernur Sultra, Ali Mazi di pelabuhan Nusantara Kendari, Kamis (8/11). Penugasan ke daerah operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan bagi seorang prajurit kepada negara dan bangsanya, demi tegaknya kedaulatan wilayah NKRI serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, tegasnya

Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, diantaranya melalui upaya yang maksimal dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Related Posts

“Termasuk dengan mengembangkan kemampuan dan potensi satuan yang dimiliki selama ini, sehingga kehadiran Satgas ini dapat diterima dan mendapat pengakuan secara baik oleh masyarakat setempat” ungkap Ali Mazi, Gubernur Sultra.

Pemberangkatan ini diwarnai isak tangis keluarga para prajurit TNI yang hendak berangkat melaksanakan tugas di perbatas Indonesi dan Papua Nugini. Prajurit-prajurit terpilih ini berangkat disiang hari menuju ke Papua Sektor Utara dengan misi pengamanan perbatas wilayah Indonesia.

Suasan haruh hingga isak tangis keluarga para ibu-ibu Persit Batalyon 725/Woroagi Kendari pun tampak terliahat melepas keberangkatan suami-suami mereka, bahkan anak-anak prajurit pilihan tampak engan turun dari gendongan sang ayah.

Ibu Liya Henri Ginting, Ibu ketua cabang 61 Yonif 725 mengungkapkan perasaan sedih bercampur bangga terhadap suami yang membawa tugas anggota Satgas. “Saya berharap, semoga suami dan juga anggota lainnya selamat samapi tujuan dan kmbali dengan selamat serta tetap menjaga kesehatan,” kata Ibu Liya Henri Ginting

Untuk ibu persit yang ditinggal tugas, semoga tetap mendoakan suaminya dalam penugasan, tetap mendukung suami, menjaga kesetiaan, menjaga nama baik suami, utamanya bataliyon, dan tetap kompak.(Pebry)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU