Jadwal Tes Tak Jelas Bikin Pelamar CPNS Muna Galau, BKPSDM Sebut 5 November

526
Ilustrasi

MUNA, LENTERASULTRA.COM- Pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Muna, hingga kini belum ada kepastian. Jadwal yang telah ditetapkan semula oleh pemerintah pusat pada 26 Oktober ternyata tak jelas. Tahapan rekruitmen yang selalu mengalami dinamika, membuat para pelamar dirundung kecemasan. Apalagi, kartu tes sebagai syarat mengikuti ujian berbasis komputer itu, juga belum bisa dikantongi. Hal inilah yang menjadi pemicu kegalauan yang dirasakan 2.407 pelamar yang dinyatakan lulus.

Rasa galau yang muncul dibenak pikiran mereka, lantaran jadwal itu selalu bergeser. Apalagi, pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dinilai tak total memberikan informasi itu.

“Kami harap media terus memberikan kami informasi terkait tes. Hanya itu satu-satunya sumber informasi kami. Kami tak tahu kapan tes, kartu tes mau ambil dimana, lewat portal juga tak ada. Tapi, mungkin itu lantaran jaringan. Sebenarnya, kami galau,” kata salah seorang pelamar yang enggan dituliskan namanya, saat melakukan cek kepastian tes di pelataran BKPSDM, kemarin.

Sementara itu, pihak BKPSDM Muna menilai, banyaknya calon abdi negara yang mendaftar membuat jadwal tes bergeser. Sebab, deadline batas waktu pendaftaran serta verifikasi juga mengalami pergeseran. Ditambah, lagi jaringan internet tak memungkinkan saat dilakukan verifikasi berkas pelamar. Makanya, BKPSDM mengklaim, hal itu menjadi pemicu jadwal pelaksaan tes diundur.

Kendati demikian, Plt. BKPSDM Muna, Rustam mengaku, berdasarkan informasi BKN regional IV Makassar bidang kordinator yang menangani Computer Assisted Test (CAT) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) diselenggarakan 5 November mendatang.

“Begitu informasi dari BKN. Tapi, kita tidak tau, jangan sampai bisa berubah lagi jadwalnya. Karena ada beberapa pelatihan lagi yang harus dilakukan,” pengakuan Rustam diruang kerjanya.

Pelatihan yang dimaksud sebelum pelaksaan tes, lanjut mantan sekretaris pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ini, pelatihan prokontrol, pelatihan operator, pelatihan pengawas, serta penanggungjawab seleksi. Makanya, pelatihan ini dinilai bisa membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga, kemungkinan besar jadwal bakal diundur lagi. (ery)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU