Polres Kendari Songsong Pemilu Damai 2019

299
Kapolres Kota Kendari, Jemmy Junaidi.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kendari, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Kendari, bersama partai politik peserta Pemilihan Umum (Pemilu) mendeklarasikan Pemilu Damai di depan Kantor Walikota Kendari, Minggu 16 September 2018. Hal itu guna menyongsong Pemilu 2019 yang damai sehingga tercipta pesta demokrasi yang aman dan sejuk.

Kepolres Kendari, AKBP Jemmy Junaidi mengatakan, deklarasi yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk menciptakan kondisi pesta demokrasi yang aman, sejuk dan damai.

“Kegiatan deklarasi pemilu aman, sejuk dan damai ini dilaksanakan serentak diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Jemmy.

Menghadapi pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) serta pemilihan presiden (Pilpres) 2019, pihaknya berharap setiap Partai Politik (Parpol) dapat memberikan respon positif pada masing-masing calon yang telah diusung.

Sementara itu Plt Wali Kota Kendari, Sulkarnian Kadir, yang turut hadir dalam deklarasi tersebut mengajak semua pihak menciptakan Pemilu damai dan sejuk. Parpol dan seluruh kadernya harus berkompetisi secara sehat. Tawarkan dan sajikan masyarakat melalui ide-ide yang bisa membangun daerah dan bangsa. Dengan begitu, masyarakat bisa dicerdaskan.

Politisi PKS itu berharap Kota Kendari tetap Damai selama masa pemilu. “Mari kita songsong Pemilu damai. Mewakili Pemkot Kendari, kami siap memfasilitasi. Silahkan berbeda pandangan politik namun kita semua semua bersaudara, warga kendari. Untuk itulah, mari jaga kondusifitas daerah sehingga pelaksanaan Pemilu berjalan aman dan lancar,” imbuh Sulkarnain.

Dalam deklarasi tersebut perwakilan Partai Politik membacakan deklarasi dan melakukan penandatanganan komitmen melakukan pemilu damai siap menang dan siap kalah dalam pemilu 2019 nanti.

Pembacaan Deklarasi Pemilu Damai oleh Partai Peserta Pemilu
Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh berharap pelaksanaan Pemilu harus diciptakan layaknya pesta rakyat atas kebebasan berpendapat dan demokrasi. Untuk itulah, yang dimunculkan yaitu euforia kebahagian bukanlah konflik. Untuk itulah, Parpol dan kandidat harus mampu memberi edukasi pada konstituennya untuk bisa menjaga kedamaian dan ketentraman.

“Sebagai penyelenggara, kami berkomitmen akan mengedepankan sikap profesionalisme dalam menjalankan semua tahapan sesuai amahan yang diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017. Mari buktikan demokrasi yang berlangsung dengan baik,” pungkasnya. (Isma)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU