Hargai Hasil Quick Count, Asrun-Hugua Lebih Percaya Real Count

530
Calon Gubernur nomor urut dua, Asrun-Hugua usai jumpa pers merilis kemenangannya versi real count di internalnya

Kendari, Lenterasultra.com- Pesta demokrasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja usai digelar Rabu 27 Juni 2018 kemarin. Sejauh ini, masih berjalan dengan lancar dan kondusif. Namun ada yang menarik pada Pilgub Sultra. Ketiga pasangan calon (paslon) masih saling mengklaim kemenangan.

Meskipun hasil qiuck count atau hitungan cepat Ali Mazi-Lukman Abunawas lebih unggul, paslon nomor urut 2 dan 3  juga punya real count internal masing-masing. Nampaknya, sepanjang belum ada pleno dari penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) siapa pemenangnya, para calon masih tetap percaya dengan data yang mereka pegang masing-masing.

Saat ini memang AMAN lebih legah dan tenang, atas hasil perhitungan cepat yang menghasilkan kemenangan ada pada pasangan ini. Bagaimana tidak, dua lembaga survei yang melakukan quick count pada Pilgub Sultra, pasangan nomor urut 1 ini menang besar. Kedua lembaga yang dimaksud adalah Jeringan Suara Indonesia (JSI) dan The Halu Oleo Institut (THI).

Meskipun begitu, kedua paslon lainnya tak begitu saja percaya dengan hasil tersebut. Untuk itu, pada masing-masing tim pasangan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar dan Asrun-Hugua punya real count tersendiri. Hingga hari ini, tim mereka masih terus bergerak dilapangan untuk mengumpupkan data-data di seluruh TPS se-Sultra.

Pasangan RM-SK punya real caout Litbang Sultra cepat. Hasil sementara dari versinya, pasangan ini lebih unggul dari pada dua rivalnya. Real count litbang Sultra Cepat menempatkan RM-SK unggul di 814 TPS se-Sultra. Di 814 TPS saat ini dari total 4.909 TPS, paslon ini memperoleh suara sebanyak 71.848 atau 40 persen di susul Ali Mazi–Lukman Abunawas sebanyak 68.190 suara atau 38 persen, dan Asrun–Hugua sebanyak 41.715 suara atau 23 persen.

Begitupun dengan pasangan Asrun-Hugua. Semalam, real count pada tim internalnya suara yang masuk sudah 48.2 persen. Hasilnya, pasangan dengan jargon BERKAH ini unggul 43,4 persen, disusul Ali Mazi-Lukman 42,2 persen serta paslon Rusda-Syafei sekitar 38,6 persen.

“Ini berdasarkan data yang kami terima dari tim kami di lapangan. Dengan suara yang masuk baru sekitar 48 persen. Ini real count ya,” ujar Hugua kepada awak media, Rabu 27/6/2018 tadi malam di poskonya.

Pasangan Asrun ini mengakui, tiap calon akan memiliki asumsi dan pandangan yang berbeda terkait data yang diterima masing-masing “Hari ini, masing-masing calon masih klaim-mengklaim. Nomor urut satu dia klaim pemenangnya. Nomor dua juga dengan data real count dengan suara yang masuk 48 persen itu, klaim menang. Begitu juga dengan nomor urut tiga, akan klaim menang,” jelasnya.

Hugua mengatakan dalam posisi saat ini, klaim mengklaim itu jadi biasa. Sebab tidak ada juga lembaga nasional yang mencoba merilis hasil pilgub Sultra. “Yang rilis saat ini kan baru lembaga lokal semua. Kita pun masih belum bisa mengetahui hasil akhirnya,” ucapnya.

Hugua menegaskan, data yang dirilis hasilnya berbeda-beda karena sumber data dan analisisnya juga berbeda. Ini bisa saja hanya menjadi propaganda, sehingga masyarakat jangan terprovokasi. Untuk itu, pesan buat semua relawan, agar tetap menjaga data-data yang sudah dipegang untuk dipergunakan.

“Data dan fakta-fakta yang sudah dipegang, dijaga dengan baik. Sebab ini modal untuk dipergunakan dalam berbagai aspek,” ungkap Hugua.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim relawan Asrun- Hugua yang telah bekerja memenangkan Asrun-Hugua begitupun dengan masyarakat yang sudah memilih pasangan BERKAH. “Terima kasih sudah bekerja, menjaga konstituen dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Abdurrahman Shaleh, ketua tim pemenangan paslon Asrun-Hugua menambahkan, data yang masuk 48 persen itu mencakup data real count dari data suara Kabupaten Bombana, Konawe Selatan, Buton Selatan, Buton Tengah, Konawe, Wakatobi serta Kota Kendari. Berdasarkan perhitungan real count internal, Asrun-Hugua untuk sementara menang di 5 kabupaten dan 1 kota. Meliputi Kabupaten Buton Selatan, Wakatobi, Konawe Selatan, Bombana, Konawe dan Kota Kendari.

“Perhitungan kami, bukan quick count tapi real count. Jadi soal adanya perhitungan quick count yang dirilis oleh paslon lain, kami hargai. Tapi kami lebih percaya real count, ” pungkas pria yang akrab disapa ARS ini. (Isma)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU