Indonesia Mulai Gaungkan Gerakan Ocean Health

47

-IKLAN-

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Indonesia mulai menggaungkan Ocean Health, sebuah gerakan untuk menjaga kesehatan laut. Melansir dari asiatoday.id, langkah ini sebagai upaya menjaga kelestarian laut sehingga ruang laut bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Untuk mewujudkan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengawasi aktivitas yang dapat mengancam kesehatan laut.

Menurut Menteri Trenggono, kesehatan laut menjadi tanggungjawab bersama sebab yang beraktivitas di laut tidak hanya pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya, maupun petambak garam. Laut juga dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi lain seperti jalur transportasi, pemasangan kabel dan pipa bawah laut untuk jaringan telekomunikasi dan internet, pengeboran minyak, edukasi, hingga kegiatan-kegiatan kebudayaan.

Pemerintah kata dia, sangat menyadari pentingnya kesehatan laut untuk generasi mendatang. Karena itulah kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan laut digulirkan. Salah satunya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2021 (Kepmen KP 14 Tahun 2021) tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

“Soal kabel laut, ini berkaitan erat dengan kesehatan laut. Dulu tidak diatur, tidak pernah dihitung dampak kerusakannya. Dampak kerusakan terhadap terumbu karang seperti apa,” ungkap Menteri Trenggono dalam dialog interaktif Bincang Bahari Edisi Special bertemakan Mengelola Sektor Kelautan dan Perikanan di Tengah Pademi yang berlangsung secara luring dan daring Selasa (21/9/2021).

Menurut Menteri Trenggono, aktivitas perikanan di pesisir seperti kegiatan tambak juga memunculkan ancaman terhadap kesehatan laut bila pengelolaannya tidak dilakukan dengan benar. Tambak-tambak di Indonesia harus dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak mengancam keberlanjutan ekosistem sekitarnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki program revitalisasi tambak udang tradisional menjadi intensif yang dilengkapi dengan IPAL. Tujuannya untuk peningkatan produktivitas sekaligus menjamin kegiatan budidaya di wilayah pesisir tidak berimbas pada kerusakan lingkungan laut.

“Lalu yang paling penting, bagaimana budidaya di pesisir laut harus dijaga, budidaya di pesisir laut harus menggunakan IPAL. Semua air yang mengalir dari darat ke laut harus dipastikan bersih dan tidak beracun,” imbuh Menteri Trenggono.

Untuk menjaga kesehatan laut ini, KKP akan berkoordinasi dengan lintas kementerian, di antaranya Kementerian Dalam Negeri untuk menjembatani pertemuan dengan kepala daerah seluruh Indonesia. Kemudian dengan Kementerian Pendidikan sebab edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan laut perlu dilakukan.

“Kalau kita bicara soal Ocean Health, Pemda juga harus terlibat. Pemda tidak boleh juga buang sampah sembarang di laut. Jadi bagaimana sampah di laut harus dijaga. Nanti saya akan diskusi juga dengan Menteri Dalam Negeri, dengan Gubernur dan Pemda, lalu dengan Menteri Pendidikan bagaimana soal membersihkan lingkungan karena penting untuk generasi yang mendatang,” pungkasnya. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU