Pertamina Temukan Cadangan Migas Hidrokarbon di Matindok

216

-IKLAN-

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) berhasil menemukan cadangan hidrokarbon di Area Matindok, Desa Samalore, Sulawesi Tengah, setelah melakukan pengeboran selama 62 hari. Pengeboran tersebut dimulai pada 14 Mei 2021 dengan trayek bor miring atau directional dari lokasi Sumur Penyu-001 ke arah barat laut menuju titik target. Rencananya, pengeboran tersebut dilakukan hingga kedalaman akhir 2.390 meter di bawah permukaan.

Direktur Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Awang Lazuardi mengatakan, setelah dilakukan evaluasi petrofisika pada 10 Juli 2021, Sumur WPY-001 mencapai titik kedalaman akhir 2.420 meter dan diusulkan 2 interval uji kandungan lapisan.

“Hasil menggembirakan didapat pada lapisan batugamping Formasi Minahaki di kedalaman 2.315–2.324 meter dengan hasil uji alir sebesar sebesar 5.5 mmscfd gas dan 72 bcpd kondensat juga didapatkan hasil pada lapisan batugamping M52, Formasi Kintom di kedalaman 744–747 meter dengan hasil uji alir 5.21 mmscfd gas & 12 bcpd kondensat,” jelasnya dikutip Minggu (15/8/2021).

Penemuan cadangan hidrokarbon di struktur WPY-001 menjadi energi penyemangat baru untuk terus berinovasi dan berupaya memberikan kinerja terbaik.

“Penemuan cadangan migas jelang hari HUT Kemerdekaan RI ke-76 ini merupakan berkah bagi Negeri. Kami bersyukur dan terus bersemangat untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ujarnya dikutip dari asiatoday.id.

Dedy Yusmen, VP Eksplorasi Regional Indonesia Timur, mengatakan bahwa proses pengeboran di masa pandemi Covid-19 memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, selain harus fokus pada aktivitas pengeboran, pihaknya juga terus memastikan keamanan dan keselamatan pekerja dengan penerapan protokol yang ketat.

“Namun langkah kami dipermudah dengan adanya dukungan penuh dari SKK Migas, pemerintah daerah dan stakeholders lainnya,” ujar Dedy.

Saat ini, Sumur WPY-001 sedang mempersiapkan proses penutupan sumur dan diperkirakan rig pemboran akan meninggalkan lokasi pada tanggal 17 Agustus 2021. Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan perseroan adalah melakukan evaluasi perhitungan sumber daya berdasarkan hasil pemboran yang telah dilakukan.

Sementara itu, Whisnu Bahriansyah, Corporate Secretary Subholding Upstream menambahkan, selain temuan cadangan hidrokarbon di West Penyu, sampai dengan semester I/2021 pihaknya telah membukukan penambahan cadangan 1P sebesar 36,3 MMBOE, dan penambahan cadangan Contingency Resources 2C mencapai 37,8 MMBOE.

Hingga Juni 2021, subholding upstream Pertamina telah selesai melakukan pemboran sumur eksplorasi sebanyak 6 sumur. Diharapkan pada akhir tahun secara total subholding upstream akan menyelesaikan 19 sumur eksplorasi. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.