Jadi Khatib Salat Ied di Masjid Al Alam Kendari, Ketua DPRD Sultra Sampaikan Filosofi Buah Mangga

487
Ketua DPRD Sultra, H.Abdurrahman Shaleh. (Lenterasultra.com)

KENDARI, LENTERASULTRA.COM Ketua DPRD Sultra, H.Abdurrahman Shaleh didapuk sebagai khatib salat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al Alam Kendari, Kamis (13/05/2021). Dalam khotbahnya di hadapan ribuan jamaah salat Id, ARS, sapaan Abdurrahman Shaleh menekankan pentingnya arti berzakat bagi umat Islam, khususnya umat Islam di Sulawesi Tenggara.

Ia menguraikan, manevestasi lain dari bertaqwa yang paling sederhana di bulan ramadhan, yakni menunaikan zakat fitrah, disamping zakat mal, infaq dan sodaqah. Zakat mengandung ruh kepedulian untuk membantu sesama yang lemah dan berkekurangan harta, namun jangan sampai terlintas walau sedikitpun di dalam benak merasa sudah lebih terhormat menjadi pemberi zakat.

“Ada rasa bangga bisa menolong orang miskin lalu menganggap orang yang menerima lebih rendah derajatnya dari kita. Jangan kita jadikan kemiskinan orang lain sebagai komoditas bisnis kita dengan Allah, agar Allah lebih memperkaya kita dengan harta dan pahala yang berlimpah. Itu namanya mengatasnamakan ego diri dengan menggunakan baju agama. Mestinya, agama ini jangan dijadikan “stempel” untuk kepentingan egois kita, yang lantas menjadi tunggangan hawa nafsu syaitan,”urainya.

Tentang sifat ego dan serakah, ARS mencontohkan sekaligus belajar dari filosofi buah mangga. Siapa yang ingin memakan mangga harus mengikuti kaidah tata cara yang benar dalam memakan buah mangga, yakni kulitnya di kupas, isinya dimakan dan bijinya di tanam.

Mengapa kulitnya di kupas? Para ahli tauhid (teolog) berkata karena kulit itu melindungi isi, sehingga tidak boleh dikorbankan. Sementara para ahli hukum (fuqaha) berkata, memakan kulit mangga hukumnya makruh karena dapat mendatangkan penyakit. Adapun para ahli tasawuf (sufi) berkata, ada makhluk lain yang akan memakan kulit mangga tersebut.

“Jangan makan kulitnya. Berilah kesempatan makhluk lain seperti sapi, kambing dan yang lainnya untuk menikmatinya. Yang berhak kita makan hanya isinya. Sementara bijinya milik anak cucu generasi penerus, karena itu harus ditanam atau diinvestasikan bagi masa depan, jangan dihabiskan semua,”jelasnya.

Pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah untuk lokasi Masjid Al Alam Kendari dihadiri ribuan jamaah dari berbagai penjuru di wilayah Kota Kendari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, pemberian handsanitizer kepada setiap jamaah serta pengaturan jarak di dalam masjid. Tampil sebagai iman salat Id, KH Muhammad Sabir.

Penulis: Restu

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU