Pesawat Tempur KFX/IFX Hasil Kolaborasi Indonesia-Korsel Resmi Diluncurkan

290

Pesawat Tempur KFX/IFX Hasil Kolaborasi Indonesia-Korsel Resmi Diluncurkan

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri peluncuran pesawat tempur Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KFX/IFX) di Korea Selatan, Jumat (9/4/2021).

“Bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Y.M. Suh Wook. Menghadiri undangan Roll-Out Fighter Jet KF-X/ IF-X,” Demikian keterangan tertulis Prabowo, Jumat (9/4/2021).

Dikutip dari asiatoday.id, pesawat KFX/IFX yang diberi nama KF-21 Boramae itu merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan. Dalam pertemuannya dengan Menhan Korsel Suh Wook pada Kamis (8/4), Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan RI siap membangun hubungan kerjasama pertahanan yang lebih kuat dengan Korea Selatan.

Prabowo berharap hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan dapat memberikan kontribusi yang positif, tidak hanya untuk kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga untuk menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan. Dia juga melihat masih banyak peluang kerja sama pertahanan yang perlu dijajaki bersama, terutama dalam rangka membangun rasa saling percaya dan meningkatkan kerja sama industri pertahanan.

Sebagai referensi, proyek pengembangan pesawat tempur KFX/IFX sempat tertunda sekitar tahun 2009. Kemudian pada 7 Januari 2016 Indonesia dan Korea Selatan menandatangani cost share agreement.

Terdapat tiga fase pembuatan KF-X/IF-X yakni pengembangan teknologi atau pengembangan konsep, pengembangan rekayasa manufaktur atau pengembangan prototipe dan proses produksi massal. Targetnya, pada tahun 2020 pesawat tempur sudah bisa diproduksi dan pada 2025 diharapkan sudah bisa beroperasi.

KFX/IFX merupakan proyek jangka panjang Indonesia dan Korsel. Total investasi kedua negara mencapai USD8 miliar. Proyek ini melibatkan APBN masing-masing negara. Dalam kerjasama ini, pemerintah Korea menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sisanya ditanggung KAI (perusahaan pembuat pesawat Korea) 20 persen, sementara pemerintah Indonesia hanya 20 persen. Kedua negara menargetkan produksi 168 unit pesawat KFX/IFX dengan pembagian yang disesuaikan dengan kontribusi masing-masing yakni 120 unit untuk Korea Selatan dan 48 unit untuk Indonesia. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU

Buruh Tolak THR Dicicil

Para pekerja meneriakkan slogan-slogan saat protes menuntut kenaikan upah di Jakarta 1 November 2013. (Foto: Reuters/Beawiharta) JAKARTA,…