Siswa Tidak Mampu di Konkep Diberi Fasilitas Android untuk Belajar Online

509
Siswa dan Siswi SMPN 1 Wawonii Barat mengikuti apel sebelum menggelar belajar tatap muka. Foto- Adhi

KONKEP, LENTERASULTRA.COM-  Pandemi Covid-19 membuat pemerintah menginstruksikan kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah. Namun persoalannya, tak semua siswa memiliki gadget atau fasilitas yang memadai, sehingga kegiatan belajar mengajar di rumah pun terkendala. Persoalan ini dialami pelajar tidak mampu di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Wawonii Barat, Kecamatan Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara.

Dari ratusan siswa-siswinya yang duduk dibangku kelas VII, VIII dan IX, tidak semuanya memiliki fasilitas android. Namun permasalahan ini tidak menjadi hambatan bagi sekolah itu, untuk mendukung sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) selama pandemi Covid-19. Siswa maupun siswi yang tidak memiliki gadget, diberikan fasilitas android untuk melaksanakan belajar daring.

“Tercatat 120-an siswa yang tidak memiliki android. Untuk mendukung belajar daring, siswa-siswi ini kami pinjam pakaikan tablet android milik sekolah,” kata Kasirun, Kepala SMPN 1 Wawonii Barat. Kasirun bilang, 120 lebih siswa yang diberi pinjaman hand phone pintar, merupakan siswa yang masuk dalam kategori tidak mampu. Mereka tersebar dibeberapa kelas mulai kelas VII, VIII dan IX.

Pinjaman android tablet itu diberikan sejak memasuki tahun pelajaran baru, Juli 2020 lalu. “Pinjaman tablet diberikan demi memaksimalkan pembelajaran ditengah wabah virus Corona,” sambungnya. Selain siswa dan siswi, beberapa orang guru juga mendapat fasilitas pinjaman android dari sekolah. Jumlahnya, tidak lebih dari 10 orang.

-IKLAN-

Kasirun, S.Pd, kepala SMPN 1 Wawonii Barat. Foto : Adhi

Kasirun menambahkan, jumlah tablet yang dipinjam pakaikan kepada siswa dan guru sebanyak 131. Seluruh gadget tersebut merupakan milik sekolah yang berasal dari bantuan operasional sekolah (BOS) kinerja tahun 2019. “Siswa dan siswi di SMP 1 Wawonii Barat, juga mendapat bantuan pulsa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya.

Kasirun berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir dengan cepat sehingga proses belajar mengajar dan aktifitas lainnya bisa berjalan normal kembali. Meski demikian, selama pandemi Covid-19 ini belum berakhir, proses belajar mengajar di sekolahnya tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta menjaga jaga. (Ads/Adhi)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Lenterasultra.com mengajak seluruh pembaca ikut mengkampanyekan protocol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari. Ingat pesan ibu, pakai masker, selalu mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.