Amirul Tamim Perjuangkan Pemekaran Kepton Lewat DPD

290
BERBAGI
Anggota DPR RI periode 2014-2019, Amirul Tamim ditemui usai Sosialisasi dan Edukasi bertajuk “Peran OJK dan Geliat UMKM di Sulawesi Tenggara Menghadapi Era Disrupsi” di Kendari. (NANAN/LENTERASULTRA.COM)

KENDARI, LENTERASULTRA.COM Masa jabatan Amirul Tamim sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 tidak lama lagi akan berakhir. Meski demikian, ia mengaku akan tetap memperjuangkan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) melalui jabatan barunya sebagai Anggota DPD terpilih periode 2019-2020.

“Kita akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat supaya daerah ini dapat dimekarkan,” tutur Amirul Tamim ditemui usai Sosialisasi dan Edukasi bertajuk “Peran OJK dan Geliat UMKM di Sulawesi Tenggara Menghadapi Era Disrupsi” di Kendari, Rabu, (14/8/2019).

BACA JUGA:  Moratorium Belum Dicabut, Pemekaran Provinsi Kepton Tak Bisa Terealisasi
Iklan

Menurutnya, jika dilihat dari luasan wilayah dan populasi penduduknya, Kepton memenuhi syarat untuk menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Terlebih, cakupan wilayah Sultra sudah cukup luas ditambah dengan kemajuan daerahnya yang cukup pesat. Atas dasar pertimbangan itu, Sultra layak dimekarkan dengan melahirkan satu provinsi baru.

Namun, lanjut Amirul, pemekaran Kepton masih terganjal oleh kebijakan moratorium DOB yang diberlakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Yang jelas usulan pemekaran Kepton dokumennya sudah masuk,” ucap mantan Wali Kota Baubau itu.

BACA JUGA:  Moratorium Belum Dicabut, Pemekaran Provinsi Kepton Tak Bisa Terealisasi

Sambil menunggu dicabutnya moratorium pemekaran, ia pun mengajak seluruh masyarakat serta Pemda setempat untuk terus mempersiapkan diri. Mengingat, pemekaran daerah kali ini, tak semudah dulu.

“Kalau dulu, misalnya dari usul tak butuh waktu lama ditindaklanjuti langsung mekar. Tapi sekarang harus dilihat dulu sejauh mana persiapan daerah itu selama 3 tahun. Jadi mari, kita benahi secara perlahan-lahan menuju pemekaran. Sehingga Kepton betul-betul siap untuk berdiri sendiri menjadi provinsi,” tuntasnya.

loading...
loading...
Reporter: Nanan
Editor: Restu Fadilah
Komentar Facebook
BERBAGI