Kabar Gembira! ASN Bakal Boleh Kerja dari Rumah

626
BERBAGI
Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja (kedua dari kiri) dalam diskusi bertajuk “Evaluasi Reformasi Birokrasi”. (RERE/LENTERASULTRA.COM)

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM Kabar gembira kembali menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Setelah beberapa waktu lalu merasakan naik gaji, kini pemerintah mewacanakan para abdi negara itu bisa bekerja dari rumah.

“Nanti ada fleksibiltas dalam bekerja (bagi ASN-red), kita sedang merencanakan itu. Kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa, tinggal ngatur bagaimana aturannya,” tutur Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja dalam diskusi bertajuk “Evaluasi Reformasi Birokrasi” di Jakarta, Kamis, (8/8/2019).

Iklan

Setiawan tak memaparkan secara ditel sudah sejauh mana pembahasan terkait wacana ini, termasuk bagaimana sistem kerjanya nanti. Setiawan hanya memaparkan tentang grand design pemerintah untuk menuju “Birokrasi Berkelas Dunia” di 2024.

Menurut Setiawan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu memiliki ASN yang berkualitas. Sebab, ASN merupakan aktor utama penggerak birokrasi pemerintah dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.

Untuk menciptakan ASN yang berkualitas, ia menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam manajemen ASN baik di Pemerintah Pusat maupun di Pemda.

“Merit sistem kita sudah tutup di tahun 2019 dan semua harus mengikuti itu, kalau syaratnya ingin lebih baik lagi dan lari di tahun 2024 birokrasi berkelas dunia,” katanya.

BACA JUGA:  Tunjangan Kinerja ASN Kota Kendari Naik Drastis
loading...
loading...

Kata Setiawan, terdapat enam poin penting dalam sistem merit. Pertama, tentang pengorganisasian perencanaan ASN didasarkan pada fungsi organisasi melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja, audit kepegawaian penyesuaian arah kebijakan nasional.

Kedua, perekrutan berorientasi pada talenta terbaik, rekrutmen berbasis jabatan (diversifikasi tes) & sertifikasi, TKD & TKB sistem komputerisasi, orientasi & engagement untuk setiap penugasan pada jabatan baru.

Ketiga, pengembangan kapasitas dalam mengurangi kesenjangan kompetensi dengan cara pelatihan 20 jam per tahun untuk setiap PNS, Training Need Analysis (TNA), Diklat, Coaching & Mentoring berbasis kinerja. Keempat, penilaian kinerja yang berkelanjutan dengan cara membentuk Tim Penilai Kinerja, Performance dialogue dan Merit & performance based incentives.

Kelima, promosi dan rotasi menuju PNS yang dinamis dengan cara talent mapping, succession & career planning dan rotasi nasional sebagai perekat NKRI. Open recruitment adalah salah satu cara sebelum mendapatkan calon terbaik di organisasi (talent management). Talent mapping perlu dibentuk melalui assessment center yang distandardisasi oleh BKN, sehingga setiap organisasi perlu membentuk asesor internal untuk mendapatkan talent terbaik.

BACA JUGA:  ASN Boleh Kerja dari Rumah, Menko Darmin: Ah yang Benar Saja!

Keenam, mengapresiasi secara layak dengan perubahan sistem pensiun dan sistem kompensasi yang memadahi. Pemerintah saat ini akan mengubah sistem pensiun, yaitu PNS berkontribusi melalui iuran pasti sehingga tidak terlalu membebani anggaran negara.

Ia menambahkan, berdasarkan data Global Talent Competitiveness Index di tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Skor terkecil yang didapat yakni pada poin global knowledge skills, terutama penguasaan IT.

Oleh karenanya sejak 2014, rekrutmen CPNS dilakukan dengan sistem IT. Selain untuk efisiensi, rekrutmen, rekrutmen dengan cara baru itu bertujuan agar CPNS yang direkrut memahami IT.

“Jadi CPNS yang kemarin itu semuanya diturunkan dari sini kisi-kisinya. Jadi kita ingin mendapatkan anak-anak yang mempunyai seperti ini profilenya. Itu suddah mengarah ke sini semua,” tuntasnya.

Penulis: Restu Fadilah
Komentar Facebook